Seedbacklink





Ambisi Menguasai Dunia

Judul: Ambisi Menguasai Dunia

Di dalam kegelapan malam yang sunyi,
Sebuah ambisi terbangun di dalam hati.
Dia dengan hati yang terluka,
Merasa dunia ini terlalu buruk dan tidak teratur.

Ia ingin mengubah takdir yang gelap,
Menghapus kejahatan dan kezaliman yang menggapai langit.
Dengan pena dan kata-kata yang tajam,
Ia ingin membangun sebuah dunia yang cemerlang.

Dalam setiap bait puisi yang ia tulis,
Ia menanamkan impian besar yang menggebu.
Menggugah semangat bangsa yang terpendam,
Untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita yang tertunda.

Ia pun beranjak dari meja tulisnya,
Memulai perjalanan menuju ambisi yang membara.
Melangkah ke setiap negeri dan benua,
Mengisahkan keindahan dan kepedihan yang ada.

Di setiap kota yang ia singgahi,
Ia bertemu dengan jiwa-jiwa yang merindu perubahan.
Mereka yang terhimpit oleh ketidakadilan,
Menemukan harapan dalam kata-kata yang ia ciptakan.

Namun, ambisi itu juga membawanya pada tantangan,
Dari mereka yang tidak ingin berbagi kekuasaan.
Mereka yang terbiasa dengan kegelapan,
Takut akan terkuaknya kebenaran yang terpendam.

Dalam perjalanan panjang yang penuh liku,
Dia tidak pernah menyerah pada ambisinya.
Ia terus menulis puisi-puisi yang membara,
Mengilhami jutaan hati yang haus akan keadilan.

Hingga akhirnya, dunia yang ia impikan mulai tampak,
Keindahan menggantikan keburukan yang pernah ada.
Ketenangan dan kedamaian meliputi setiap sudut,
Karena ambisi itu membuahkan hasil yang tulus.

Dunia yang dulu buruk dan tidak teratur,
Kini berubah menjadi taman yang indah dan lestari.
Dia, sang pemberi harapan,
Menggenggam dunia yang ia kuasai dengan tangan yang penuh kasih.

Ambisi untuk menguasai dunia bukan tentang kekuasaan semata,
Melainkan tentang perubahan yang diinginkan oleh hati yang tulus.
Sebuah puisi yang diilhami oleh kegelapan,
Menjadi sinar terang bagi dunia yang terluka dan terabaikan.

NOTE: Tidak ada unsur politik disini, ini hanya puisi yang akan saya kumandangkan bila sudah dapat menguasai dunia